Menu

Mode Gelap

Lainnya 03:59 WIB ·

Dua Minggu Khalwat Sakit Bisu Saya Sembuh


					Dua Minggu Khalwat Sakit Bisu Saya Sembuh Perbesar

BBoneNews,-Habis istighasahan di rumah, malam itu, Rabo (14-Juni/23) pada pukul 02.30 wib, salah satu santri Sulthoniyah, namanya Heri menelpon saya.
“Bang…bang…bang…ada keajaiban neh bang. Salah satu santri Baru dari Majlis Dzikir Sulthoniyah, pimpinan kang Syukron sembuh dari penyakitnya setelah 3 tahun tidak bisa bicara apa apa.”
Dari ujung telpon itu nerocos terus berbicara sendiri, sepertinya yang ditelpon hanya disuruh dengarkan saja.
“Baru aja bang kejadiannya. Ini orangnya di depan saya, baru duduk duduk di aula sambil merokok, dengan posisi njegang, kaki diangkat satu dan tengkuk tangan kanannya di sandarkan di dengkul kakinya.” Begitulah awal ceritanya suara di telpon itu.
Pagi harinya saya cari tahu keberadaan orang yang disebut sebut sembuh penyakitnya dari sakit bisu, alias tidak bisa bicara sejak tiga tahun lalu.
Sebutlah namanya Yoyo. Nama lengkapnya Yoyo Ade (63 th), seorang pensiunan PNS yang bekerja di Puskesmas Lohbener sebagai apoteker. Awalnya ketika mengikuti Khalwat KH Buya Syakur Yasin ke 32 ini, menderita penyakit tidak bisa ngomong sepatah kata pun. Bukannya sedang topo bisu seperti yang dijalani peserta Khalwat dari Jabodetabek, tapi benar benar bisu tidak bisa bicara selama tiga tahun terakhir ini.
Pak Yoyo yang memulai khalwat dari acara pembukaan sampai hari ke 15, tidak disangka dan tidak diduga, dengan tiba tiba saja bisa bicara lancar logat indramayunan. Satu tenda otomatis kaget semua. Dan berita itu sampai tersebar ke tenda tenda lain. Gegerlah suasana peserta khalwat KH buya Syakur Yasin saat ini, dengan kesembuhan pak Yoyo yang sembuh dari penyakit bisunya gara gara ikut Khalwat KH Buya Syakur Yasin.
Sampai berita ini ditulis, pak Yoyo sekarang seperti jadi artis saja. Tamu tak henti berdatangan berkunjung di tendanya, sekedar mengucapkan selamat dan rasa syukurnya atas doa doa yang telah dikabulkanNya.
Pak Yoyo pun akhirnya bisa bercerita awal mula sakitnya itu menjangkiti. Yang sebelumnya, penyakit yang menimpanya itu masih misteri, tidak bisa bercerita karena dibisukan oleh Allah.
Kini pak Yoyo Ade setelah bisa berbicara baru bercerita awal mula penyakitnya itu menyerang tenggorokannya.
Awal sakit bisu saya dimulai dari tubuh yang tiba tiba lemes. Kerongkongan terasa tercekat, tidak bisa ngomong sama sekali. Keadaan itu terjadi, setelah saya mendapatkan SK Pensiun dari Dinas Kesehatan Indramayu sebagai apoteker, pak Yoyo mulai bercerita asal usul sakitnya itu.
“Saya sudah ke RSUD Indramayu, tidak sembuh. Terapi kemana mana juga tidak membawa hasil. Sampai mwnghabiskan uang taspen saya hanya untuk berobat.” Katanya.
Karena sudah tidak punya duit lagi untuk berobat, saya putuskan untuk sementara di rumah saja, sambil mencari alternatif pengobatan lain yang tidak mengeluarkan biaya.
Sampai sebulan yang lalu
menantu saya, namanya Yayan Wijayanto mengenalkan saya ke Kiai Syukron Jamil, di majlis Sulthoniyah Cirebon. Oleh Kiai Syukron sebelum saya berangkat khalwat KH Buya Syakur Yasin, saya diminta puasa 10 hari di majlis beliau.

Baca juga:  Saropah: Tidakkah Kau Mencintaiku, Kekasih...

Waktu itu saya belum sempat ketemu dengan KH Buya Syakur Yasin, karena keburu berangkat khalwat di alas ini.
Alhamdulilah baru berjalan 15 hari ikut khalwat, dari 40 hari yang harus dijalankan, keajaiban dari Allah saya dapatkan dengan bisa bicara kembali, setelah tiga tahun seperti topo mbisu.
Saya seminggu lalu bermimpi ketemu beliau Buya Syakur Yasin, dan Haji Iis, salah satu panitia Khalwat KH Buya Syakur Yasin ke 32 tahun 2023. Dalam mimpinya itu saya ditanya oleh pak haji Iis, “Kamu namanya siapa? Hee kamu namanya siapa? Heee kamu namanya siapa!!!” Tiga kali pertanyaan itu ditujukan ke saya, karena saya tidak bisa bicara, dan pertanyaan yang ketiga baru bisa jawab.
“Nama saya Yoyo Ade.” Seketika itu juga saya kaget kalau saya bisa bicara. Ketika bangun dari mimpinya pun saya meskipun belum lancar seperti 3 tahun lalu mencoba mengulang yang saya impikan, dan ternyata mulut ini mengucapkan kata kata yang sama dengan gelombang dan intonasi suara yang jelas. Karena masih penasaran kalau saya bisa bicara kembali, saya keluar tenda, dan mencoba mengucapkan seperti yang ada dalam mimpi. Dan…masyaAllah, saya benar bemar bisa berbicara.
“Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu akbar!” Saya berteriak sekencang kencangnya menghadap ke sungai sambil mengucap seruan takbir itu.
Kini pada 3 minggu khalwat KH Buya Syakur Yasin saya sudah mulai lancar berbicara.
Terima kasih ya Allah, terima kasih Buya, terima kasih kang Syukron, terima kasih ssmuanya.

Artikel ini telah dibaca 41 kali

Avatar badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sudaryono Calon Gubernur Jawa Tengah Tebar Hewan Kurban di Magelang

17 Juni 2024 - 14:05 WIB

Jangan Salah Pilih Untuk Gubernur Jawa Tengah

16 Juni 2024 - 16:57 WIB

BUDAYA POLITIK DALAM KONTESTASI PILEG PADA PEMILU 2024

14 Maret 2024 - 09:30 WIB

Diskusi Publik Komunitas NGOPI GEMILANG (Ngobrol Politik Gerakan Masyarakat Sipil Magelang) Quo Vadis DPRD Kabupaten Magelang 2024-2029

14 Maret 2024 - 08:03 WIB

Keluarga Masyarakat Nelayan Hayati Perjuangkan Nasib Nelayan

2 Februari 2024 - 08:38 WIB

Calon DPD RI Abdul Kholik Targetkan suara 4,5 juta di Jawa Tengah

31 Januari 2024 - 20:01 WIB

Trending di Lainnya