Menu

Mode Gelap

Filsafat 13:29 WIB ·

Hari Sungai Nasional Menguak Relief candi Borobudur dan Spiritual Sungkem Sungai


					Hari Sungai Nasional  Menguak Relief candi Borobudur dan Spiritual Sungkem Sungai Perbesar

BBOneNews.id,-Seorang perempuan setengah baya, dengan berkebaya,, dan kain lurik berjalan menyusuri tangga dari Rumah kopi mbah Cokro. Menuju sungai Sileng yang ada di samping persis rumah kopi Mbah Cokro.
Perempuan itu, tangan kiri membawa kembang dan tangan kanan membawa dupa yang menyala. Sementara di kepalanya 5 pohon kalpataru, dililitkan dengan kain nampak seperti mahkota kalpataru, simbol kecintaannya akan lingkungan.
Perempuan itu, adalah salah satu anggota komunitas Kali Sileng, Borobudur Magelang. Mbak Ning terus turun ke sungai Sileng sambil mulutnya kumat kamit mengucapkan mantra mantranya.
” Hong Hira Mung Hana rahayyu,”
“Hong Hira Mung Hana Rahhayu”
“Hong Hira Mung Hana Rahhayu”
“Hong Hira Mung Hana Rahhayu”
Mantra mantra itu diucapkan seperti mendesis oleh perempuan itu sambil berjalan menyusuri sungai Sileng, membelah sungai dan menyusuri sungai menuju pohon cangkring tua dan, perempuan itu. Duduk disitu, dengan posisi tangan menyembah, kemudian dupa itu diletakkan persis di bawah pohon cangkring beserta sebagian kembang setaman di tahun di sekitar pohon cangkring itu.
Perempuan itu kemudian berdiri, sisa kembang setaman itu ditaburkanlah di setiap sudut kali, nampak kembang itu bergerak mengikuti aliran sungai Kali sileng menuju sungai Progo.
Perempuan itu kemudian mengambil batu, dikasihkan kepada satu persatu teman komunitas Kali Sileng, dan batu diketuk ketukkan, menjadi sebuah bunyi bunyian yang berirama, mengikuti gerakan perempuan itu. Dari bawah, Dalam irama batu dan tariannya, perempuan itu kemudian menyerahkan mahkota pohon kalpataru kepada Lukman Fauzi Mudasir, sebagai komandan Komunitas Kali Sileng dan komandan penyelamat Kali Sileng atas kerusakan habitat dan sampah yang bertaburan di sungai Sileng. Secara simbolis Lukman menerima amanat itu sebagai penghijauan kembali atas ekologi yang rusak oleh perempuan itu untuk menjaganya.

Baca juga:  Riyadhoh bersama ki Sundhul Langit

Begitulah, pembukaan peringatan Hari Sungai Nasional, Kamis (27-7) di Kali Sileng, kemudian dilanjutkan pemaparan dan diskusi di omah kopi mbah Cokro. Acara tersebut dihadiri oleh puluhan aktivis lingkungan dan spiritualis Borobudur.

Kontradiktif yang terjadi. Jangan pernah berharap tentang komposisi yang harmonis.
Langkah seperti ini sebuah inspirasi untuk menjaga sebuah budaya.
Borobudur terbangun dengan falsafah yang ada dalam kehidupan masyarakat sekitarnya.
Perjalanan kecil ini ketika kontradiktif akan menjadi Perjalanan yang inspiratif. Pemangku desa harus mau tak mau membuat peraturan desa yang berkaitan dengan alam sekitarnya.
Sungai sileng ini dulu kedungnya sangat banyak dan ketika masyarakat mencari lauk di sungai ini, ikan ikan beraneka ragam bisa diambil. Sementara sekarang, sungai sileng sekarang hanya menghasilkan pampers dan sampah sampah lain.
Borobudur, menjadi dinamika yang dinamis ketika menjadi kepentingan berbagai macam kelompok.
Bicara Borobudur utamanya harus bersambung erat antara wilayah ekologi dan sastra yang kompleks. Lukisan Borobudur dengan backgorund pencakar langit, sudah saya bikin, yang mengindikasikan sebuah endusan yang sudah kami tangkap.
Sungai sileng bagaimana tetap menjadi bagian dari kebangkitan peradaban dan budaya Jawa yang menjadi awal peradaban pulau jawa.
Bagaimana sebuah pariwisata bisa tercipta dengan budaya yang terus seimbang. Jangan Sampai pariwisata nya hebat, kebudayaan nnya terlemahkan. Sinkronisasi wisata dan budaya harus seimbang.
Membicarakan uang tetapi tidak menyentuh persoalan budaya sesuatu yang nonsens.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Avatar badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Deklarasi Menangkan Prabowo – Gibran, Relawan Gibranku Purbalingga

15 Januari 2024 - 08:56 WIB

17 BUMN Resmikan Program BUMN TEMAN BERSENYUM di Temanggung

20 November 2023 - 08:18 WIB

Relawan Bala Gibran Magelang Raya Bersukacita Setelah Putusan MK

17 Oktober 2023 - 11:23 WIB

Doa Bersama Gubraner Magelang Raya: Ajang Konsolidasi Relawan Bala Gibran dan Gibraner Kabupaten Magelang

10 Oktober 2023 - 16:44 WIB

Barisan Relawan Gigih Berani Kedu Raya Menguatkan Dukungan terhadap Gibran Sebagai Cawapres 2024

30 Agustus 2023 - 17:27 WIB

Persiapan Perayaan HUT RI ke-78 dengan Kehadiran Pejabat Lurah dan Perwakilan Dusun Se-Kelurahan Pasuruhan

14 Agustus 2023 - 17:16 WIB

Trending di Jawa Tengah