Menu

Mode Gelap

Life Style 04:56 WIB ·

Lawang Sewu: Museum Kereta Api yang Unik


					Lawang Sewu: Museum Kereta Api yang Unik Perbesar

BBOneNews.ID – Bangunan museum ini terletak di tengah-tengah kota Semarang, sering dengan sebutan Museum Lawang Sewu. Peninggalan bangunan Belanda ini sekarang dijadikan tempat wisata di Kota Semarang. Banyak pengunjung dari berbagai kota yang ingin menyempatkan mengunjungi wisata tersebut. Sebut saja namanya Risma, pengunjung asal Wonosobo, yang bekerja sebagai ASN di sana.
Risma sudah lama ingin sekali mengunjungi bangunan ini.
“Baru kali ini saya bisa melihat langsung bangunan megah peninggalan Belanda yang monumental ini,” katanya kepada penulis.

Risma juga menyampaikan. Kalau dirinya sangat terkesan dengan bangunan museum Lawang Sewu ini.
Bangunan ini awalnya dikenal sebagai kator Pusat Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) atau bisa disebut Kantor Pusat Adminidtrasi perusahaan kereta api Hindia Belanda, dengan desain menyerupai huruf L serta memiliki jumlah jendela dan pintu yang banyak sebagai sistem sirkulasi udara. Konstruksi bangunan ini dimulai pada tahun 1904 bangunan ini terselesaikan pada sekitar tahun 1907, selain itu ada juga sudut yang unik serta megah yaitu ornamen kaca patri yang berasal dari pabrikan Johannes Lourens Schouten yang memiliki cerita tentang keindahan Jawa serta kejayaan kereta api pada masa itu. Menurut Fatma, salah satu pengunjung yang juga berprofesi sebagai fotografer yang mendamping rombongan dari Magelang, “Lawang Sewu sangat cocok digunakan sebagai tempat wisata sejarah dan spot foto yang menawan.” Katanya.

Struktur bangunannya sangat unik dan cocok digunakan sebagai museum untuk menyajikan koleksi sejarah perkereta apian di Indonesia, katanya. Beberapa koleksi seperti Alkmaar, mesin Edmonson, mesin TIK, replica Lokomotif Uap, mesin hitung, dan surat-surat berharga. Pengunjung juga dapat melihat berbagai koleksi foto saat pemugaran dan material restorasi yang digunakan. Ada juga perpustakaan yang berisi buku-buku tentang kereta api dan sejarahnya di Indonesia.
Mengunjungi Lawang Sewu merupakan pengalaman yang menyenangkan. Begitu memasuki Lawang Sewu, Anda langsung merasakan seakan berada di dalam lorong seribu pintu. Setiap ruang memiliki pintu yang letaknya sejajar. Banyaknya pintu ini berfungsi sebagai sirkulasi udara sekaligus mempermudah mobilitas pegawai NIS.
Pariwisata Bali Kembali Sambut Wisatawan Tiongkok
Di lantai pertama, Anda akan menjumpai beberapa ruangan berisi dokumentasi sejarah perkeretaapian Indonesia dan sejarah gedung ini. Di sudut lantai pertama terdapat sebuah tangga menuju ruang bawah tanah. Di lantai dua ada aula besar yang dahulu digunakan sebagai tempat perayaan atau pesta. Memasuki lantai tiga, Anda bisa menjumpai satu ruangan besar berjendela. Dulunya ruangan ini jadi tempat olahraga bagi pegawai NIS. Dari lantai ini bisa terlihat pemandangan sekitar Tugu Muda. Menjelaskan gedung ini sengaja dirancang dengan menyesuaikan iklim setempat, tampias air hujan dan sorot matahari diantisipasi dengan adanya galeri keliling di sepanjang bangunan. Galeri keliling ini diberi atap dengan bertumpu pada susunan bata yang berbentuk lengkungan. Adapun kebutuhan ventilasi dan pencahayaan alami di dalam ruangannya terpecahkan berkat double gevel. Ini terlihat seperti atap susun yang mana kini sudah umum dipakai.

Setelah pandemi usai pengunjung mulai berdatangan kembali. Terjadi peningkatan yang tajam, lebih 600 sampai 800 per harinya kata Nungki seorang tour leader selama pasca pandemi ini sudah sekitar empat kali mengantarkan wisatawan dari luar kota.
Kini, Lawang Sewu dikelola PT Kereta Api Indonesia dan difungsikan sebagai museum perkeretaapian Indonesia. Gedung ini juga bisa disewa untuk berbagai kegiatan.
Cagar budaya ini merupakan salah satu landmark Kota Semarang yang menarik untuk dikunjung. (Habibie)

Baca juga:  Melepaskan Segala Keinginan
Artikel ini telah dibaca 120 kali

Avatar badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Heri Waskito dan Kampung Batik Laweyan

14 Agustus 2023 - 11:20 WIB

Hari Sungai Nasional Menguak Relief candi Borobudur dan Spiritual Sungkem Sungai

28 Juli 2023 - 13:29 WIB

Don Muzakir Didampingi Setyawan Dibroto Memulai Tahun Baru 1445 Hijriyah dengan Perjalanan Spiritual ke Makam Soeharto

19 Juli 2023 - 15:09 WIB

Siswa Kelas 3 SD Negeri Pasuruhan 1 Mertoyudan Magelang Menyelamatkan Sungai dari Sampah

17 Juli 2023 - 11:10 WIB

KKSB Aksi Bersih Kali Sileng Menjaga Lingkungan Sekitar Candi Borobudur

2 Juli 2023 - 11:55 WIB

Omah Kopi Cokro: Mengungkap Keajaiban Kopi Liar Borobudur

2 Juli 2023 - 09:24 WIB

Trending di Kuliner