Menu

Mode Gelap

Ekonomi & Bisnis 14:00 WIB ·

Muhammadiyah cukup siap hadapi Krisis Pangan dan Ekonomi


					Muhammadiyah cukup siap hadapi Krisis Pangan dan Ekonomi Perbesar

BBOneNews.Id – Sebagai lembaga, sebagai entitas publik, sebagai jaringan SDM Muhammadiyah relatif cukup siap menghadapi krisis pangan dan krisis ekonomi global dan nasional. Ini bisa dipelajari dari ketika Muhamadiyah menghadapi dan berhadapan dengan krisis kesehatan dan sekaligus krisis ekonomi saat berlangsungnya pandemi kemarin. Juga ketika masyarakat dan bangsa Indonesia menghadapi serangkaian bencana yang bisa mengganggu rantai produksi dan rantai distribusi pangan akhir akhir ini. Muhammadiyah seperti memiliki dan menyiapkan ‘mesin mesin solusi’ ketika aneka masalah atau aneka problem yang berdatangan seperti antre, bergantian dalam durasi panjang.

Mengapa bisa demikian?
Karena infrastruktur kelembagaan yang dimiliki Muhamadiyah relatif lengkap. semua itu bisa berjalan secara terpadu membangun ekosistem ekosistem, termasuk ekosistem ekonomi keuangan yang solid.

Baca juga:  Cara Cerdas Masyarakat Mengatasi Kisis Pangan

Muhammadiyah memiliki ‘tangan dan kaki ‘ bergerak di sektor produksi (usaha tani dkk dan usaha pengolahannya), sektor distribusi (perdagangan yang beroperasi di pasar, toko, warung dan koperasi), sektor jasa (pendidikan, kesehatan), sektor keuangan atau permodalan (BTM, BMT, BPRS, KJKS), dan bidang filantropi dengan fundrisingnya berbasis zakat, infak, shadaqah dan wakaf). Lembaga pendukung, pengendali, dan pengembangnya juga lengkap seperti MPM, MEK, Konsorsium AUM.

Ditambah Muhamadiyah memiliki tradisi tolong menolong, tradisi kerjasama, kolaborasi, dan tradisi atau kebiasaan menyelesaikan masalah secara terpadu.
Ketika tahun 2023 nanti gejala atau tanda tanda penting krisis pangan (bencana alam dan perang tidak berkesudahan sebagai sinyal nyata) dan tanda tanda penting krisis ekonomi (inflasi terus naik menuju dua digit, harga barang setiap hari naik, bunga pegadaian naik, demikian juga bunga bank, ada gelombang panik dan untuk mendapatkan atau berburu uang cash banyak yang menjual aset-aset keluarga seperti rumah dan tanah, terjadi anomali di wilayah moneter akibat perang mata uang dunia antara yang pro dolar dan anti dolar, polarisasi kekuatan ekonomi dunia dan nasional yang akut misalnya) maka hampir dipastikan mesin mesin solusi ekonomi dan solusi pangan yang dimiliki Muhamadiyah secara langsung bergerak secara terpadu.

Baca juga:  Sastra untuk Indonesia

Untuk apa? Untuk menolong warga Muhammadiyah, menolong umat Islam dan menolong bangsa Indonesia agar selain bisa menghadapi krisis krisis Itu sekaligus juga memberi jawaban teknis, jawaban taktis dan jawaban strategis.

Semoga berita atau narasi akan datangnya krisis ekonomi dan krisis pangan kemudian bertransformasi menjadi fakta fakta ekonomi dan fakta pangan dalam kualitas dan kuantitas yang tidak menakutkan. Dengan demikian antisipasi model Muhammadiyah, antisipasi terpadu bisa mujarab dan efektif untuk menghadapi dua krisis tersebut, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama krisis pangan dan krisis ekonomi bisa dihalau dari bumi Indonesia dan dari kawasan global. Aamiin. (MWH)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

Avatar badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sambut September Ceria, Warung Soto Bang Jack adakan Kegiatan Jumat Barokah

1 September 2023 - 08:57 WIB

PT Jawara: Eksibisi Gemilang di Pameran Ina Marine di JI Expo Jakarta

23 Agustus 2023 - 12:09 WIB

Jumat Barokah Bang Jack Ramai Dikunjungi Warga Sekitar

4 Agustus 2023 - 07:31 WIB

Deklarasi Papera di Pasar Wonogiri: Upaya Menjembatani Pedagang Tradisional Menghadapi Perdagangan Global

18 Juli 2023 - 09:34 WIB

Don Muzakir Bersama Wakil Bupati Temanggung Kunjungi Pasar Legi Parakan

12 Juli 2023 - 09:55 WIB

PT Brantas Abipraya MOU Dengan CCFED Corp Ltd. Soal Proyek Strategis Nasional

9 Juni 2023 - 23:20 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis