Menu

Mode Gelap

Polhukam 20:28 WIB ·

Perubahan dan Stagnasi Gerakan


					Perubahan dan Stagnasi Gerakan Perbesar

BbOneNews.Id – Perubahan besar, biasanya diawali oleh lahirnya minoritas kreatif. Sekelompok kecil orang yang memiliki kesadaran sejarah, kesadaran akan perlunya perubahan dan memiliki daya nalar yang kuat bervisi jauh ke depan.

Masa lalu dan masa kini adalah modal dasar yang bisa ditransformasi menjadi sesuatu yang bermakna di masa depan. Kelompok kecil ini terbiasa berdiskusi, penguasaan atas faktanya kuat. Masalah yang bersifat makro, mezzo dan mikro dipahami secara detail dan secara teori.

Pernah ada di Indonesia, kelompok kecil ini yang dulu mengiringi dan mengawal dan menjadi partner dan kadang menjadi oposan bagi negara yang tengah melakukan konsolidasi demokrasi, konsolidasi ekonomi, konsolidasi sosial dan budaya. Mereka kadang menemukan hal yang unik dan berkualitas seperti membangun dari belakang, membangun dari bawah, partisipasi lebih penting dari mobilisasi, kecil itu indah, mengubah atau melakukan perubahan dari, untuk dan bersama masyarakat, kolaborasi lebih bermakna ketimbang kompetisi, “win win solution”, kemandirian (independent) lebih utama ketimbang ketergantungan (dependent) dan semacamnya yang dulu mewarnai wacana pengembangan masyarakat Indonesia. Mereka adalah jago mengkritik sekaligus ahli merumuskan solusi konkret di masyarakat. Kelompok kecil ini mencoba memerankan diri sebagai problem solver, bukan sebagai problem maker.

Baca juga:  Deklarasi Menangkan Prabowo - Gibran, Relawan Gibranku Purbalingga

Kelompok kecil ini dulu namanya LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) atau LPSM (Lembaga Pengembang Swadaya Masyarakat). Sewaktu bekerja sebagai wartawan dan aktivis media saya cukup akrab dan menemani teman teman LSM lawasan di Yogya yang bergabung dalam Forum LSM. Solidaritas di LSM ini kental, pergaulan akrab sampai pada saling mendatangi jika ada teman menikah atau musibah.

Nah masalah seriusnya adalah, pasca reformasi ini LSM meredup pengaruhnya bahkan cenderung lumpuh. Aktivis LSM (atau juga dikenal sebagai ornop atau organisasi non pemerintah) kemudian terserap di birokrasi dan struktur formal. Ada yang menjadi staf ahli atau menjadi aktivis LSM plat merah. LSM sebagai advokator sosial makin samar-samar bayangannya.
Yang tersisa dari semua ini adalah relawan sosial yang bergerak menanggulangi dampak buruk dari bencana alam. Para relawan bencana alam ini sangat sigap dan tangkas menangani dampak buruk bencana alam dan memproses pemulihan serta melakukan trauma healing kepada anak anak korban bencana alam. Di lapangan kadang kami menemukan solusi alternatif, yang tidak terduga seperti mendapat Ilham dari langit. Misalnya waktu saya diajak komunitas lintas umat beragama untuk bergerak di lereng Merapi pasca erupsi Merapi tahun 2010. Para relawan penanggulangan bencana ini sangat sigap menangani bencana alam tetapi cenderung gagap ketika terjadi bencana sosial (sosial politik) seperti bencana polarisasi sosial yang parah dan akut pasca Pemilu, Pilpres dan Pilkada. Juga polarisasi sosial akibat bencana moral bernama korupsi yang bersinergi dengan nepotisme dan kolusi. Ini yang menjadi salah satu faktor penyebab mengapa masalah yang oleh om Yance disebut masalah laten tak kunjung selesai.

Baca juga:  Gulirkan Isu Penundaan Pemilu 2024, Ketua DPD RI Didesak Minta Maaf

Sebenarnya di negeri ini masih ada dan mungkin banyak kelompok kreatif seperti itu, tetapi mereka bekerja diam diam dan menjauhi publikasi untuk menghindari salah paham. Jadi, sebenarnya di negeri ini benih benih harapan akan terjadi perubahan lebih baik ini masih ada dan selalu ada, hanya saja potensinya terserak serak dan mirip gerakan di bawah tanah. [Musthofa w. Hasyim]

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Avatar badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Deklarasi Menangkan Prabowo – Gibran, Relawan Gibranku Purbalingga

15 Januari 2024 - 08:56 WIB

Relawan Bala Gibran Tegak Lurus Gibran Rakabuming Raka Cawapres Prabowo 2024

30 Juli 2023 - 12:28 WIB

Kang Maryo, Caleg Gerindra Kabupaten Cilacap: Siap Menangkan Pemilu 2024

22 Juli 2023 - 11:17 WIB

Don Muzakir Hadir di Pasar Kajen Pekalongan dan Deklarasi Papera

20 Juli 2023 - 10:29 WIB

Don Muzakir Didampingi Setyawan Dibroto Memulai Tahun Baru 1445 Hijriyah dengan Perjalanan Spiritual ke Makam Soeharto

19 Juli 2023 - 15:09 WIB

Deklarasi Papera di Pasar Wonogiri: Upaya Menjembatani Pedagang Tradisional Menghadapi Perdagangan Global

18 Juli 2023 - 09:34 WIB

Trending di Ekonomi & Bisnis