Menu

Mode Gelap

Jawa Tengah 22:49 WIB ·

Polemik tambang pasir Merapi


					Polemik tambang pasir Merapi Perbesar

BbOneNews.ID – Sejumlah 200 an orang dari tiga elemen organisasi armada lokal se-kabupaten Magelang, Senin (17-4/2023) mendatangi lokasi penambangan pasir di wilayah kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang. Tepatnya di sekitar waduk bego pendhem, jalan arah menuju penambangan pasir.

Tiga organisasi itu antara lain GRAM (Gawe Rukun Armada Merapi, MTC ( Merapi Trans Community), dan BSM (Buruh Slenggrong Merapi) mereka menuntut kepada penambang pasir alat berat untuk memenuhi tuntutannya yang sudah disepakati bersama sama dalam pertemuan sebelumnya, yang sampai saat ini belum terpenuhi yaitu persoalan harga DO pasir, persoalan antrian antara armada lokal dan luar, dan persoalan pembatasan alat di wilayah penambangan pasir yaitu Daerah Ngori, Talang Perusda dan SPR.
Aksi yang mereka lakukan adalah dengan cara pemutusan jalan menuju ketiga wilayah tersebut yaitu dengan membongkar jalan dengan memakai alat berat. Meski sebelumnya mereka beramai ramai meminta kepada pihak pihak penambang untuk segera turun menghentikan aksi penambangannya karena jalan mau diputus. Ditemukan banyak alat berat yang akhirnya turun untuk memenuhi tuntutan warga lokal, meski ada salah satu pihak yang menolak untuk menurunkan alat berat ke daerah yang lebih aman.
“Sudah lebih sebulan kesepakatan itu dibuat, tapi mereka tetap memberlakukan harga DO yang sangat murah, sehingga merugikan penambang manual, hang membuatnya sepi dari pembeli.” Kata Dodi (bukan nama sebenarnya) ketika ditemui penulis di lokasi aksi.
“Mereka semakin tidak terkendali, mosok sih menjual pasar satu truk full hanya 400-500 ribu. Padahal kami menjual nya dengan harga 600 ribu,otomatis kami ditinggalkan pembeli dong.” Kata penyenggrong yang ikut terlibat aksi pemutusan jalan jalan.
“Mendingan ora mangan siji ora mangan Kabeh.”Makanya jalan ini kita putus aja.”lanjutnya.
“Tuntutan kami sebenarnya sederhana, sepakatilah hasil rembug kemarin yang sudah menjadi kesepakatan bersama. Eeh malah kalian ndisiki mengingkari kesepakatan bersama itu.” Kata Anis (bukan nama sebenarnya) yg menjadi korlap aksi itu.

Baca juga:  Menara Kopi Malioboro menampilkan Grup Band Mileneal

Beberapa tuntutan yang tertuang dalam surat resmi yang dikeluarkan dan ditujukan kepada penambang itu antara lain berisi.
Soal harga jual DO pasir untuk wilayah Talang 850 ribu, Perusda dan SPR 800 rb, dan Ngori 750 rb. Pembatasan alat yang masing masing maksimal 3 alat berat (Talang, Perusda, SPR) dan Ngori 6 alat berat, antrian 2:1 untuk lokal. Mereka juga menyampaikan penutupan ini tidak akan dibatasi sampai kapan.
“Sampai tuntutan kami dipenuhi. Kalau masih mbandel, sampai kapan pun juga akan terus ribut. Dan tetap akan kami putus jalan ini.” Kata Anis singkat. [MbahRoso].

Artikel ini telah dibaca 57 kali

Avatar badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Deklarasi Menangkan Prabowo – Gibran, Relawan Gibranku Purbalingga

15 Januari 2024 - 08:56 WIB

17 BUMN Resmikan Program BUMN TEMAN BERSENYUM di Temanggung

20 November 2023 - 08:18 WIB

Relawan Bala Gibran Magelang Raya Bersukacita Setelah Putusan MK

17 Oktober 2023 - 11:23 WIB

Doa Bersama Gubraner Magelang Raya: Ajang Konsolidasi Relawan Bala Gibran dan Gibraner Kabupaten Magelang

10 Oktober 2023 - 16:44 WIB

Barisan Relawan Gigih Berani Kedu Raya Menguatkan Dukungan terhadap Gibran Sebagai Cawapres 2024

30 Agustus 2023 - 17:27 WIB

Persiapan Perayaan HUT RI ke-78 dengan Kehadiran Pejabat Lurah dan Perwakilan Dusun Se-Kelurahan Pasuruhan

14 Agustus 2023 - 17:16 WIB

Trending di Jawa Tengah