Menu

Mode Gelap

DIY 04:05 WIB ·

Testimoni Khalwat KH Buya Syakur Yasin: PENUH CINTA


					Testimoni Khalwat KH Buya Syakur Yasin: PENUH CINTA Perbesar

BBOneNews,-Keajaiban saat khalwat tahun kemaren karena begitu banyaknya kejadian yang harus di terima dengan lapang dada dan hanya mengharap Ridha Allah semata.
Saya berniat khalwat waktu itu hanya menginginkan Ridha dariNya karena tanpa memintapun Dia telah mengetahui apa yang saya butuhkan.
Sampai saat ini saya pun merasakan bahwa surga itu sudah ada di dunia ini.
Karena menurut cerita yang saya dengar bahwa di surga itu apa yg kita inginkan langsung ada di hadapan kita, begitulah yang saya rasakan sampai saat ini. Surga selalu menanti.
Dan menurut saya hidup di neraka itu ketika saya tidak menerima keadaan apapun yg telah di tetapkan olehNya.
Saat itu saya berniat khalwat KH Buya Syakur Yasin saat saya dalam perjalanan dari Jogja ke Bali.
Sebelum saya memulai khalwat, saya berdoa kepada Yang Maha Kuasa meminta ridhaNya dari apa yang saya lakukan.

Baca juga:  Program Telur Penanggulangan Stunting Daerah Istimewa Yogyakarta

Dan permohonan khalwat KH Buya Syakur Yasin tahun ini saya hanya memohon agar bisa menjalankan khalwat selama 40 hari, dalam keramaian, tidak di hutan.
Sejak saat itu, petunjuk demi petunjuk mengalir dengan sendirinya dan jalan spiritual saya di mulai karena cinta. Cinta yang membara kepada sang Kuasa.
Dari kecil saya memang sudah di kenalkan ke dunia tasawuf atau pemahaman tentang hidup dan kepada sang pemberi hidup. Dan bekal itu tertanam dalam hati saya. Nancep.
Saya berasal dari pulau Raas, kabupaten Sumenep. Pulau ini terkenal saat ada kecelakaan laut, perahu kayu yang pembawa pengantin tenggelam di laut bali.

Saat tinggal di Bali sering ziarah ke makam makam para wali di bali.
Aku mengenal para guru di sana dari seorang ustad keturunan kyai yang mempunyai ponpes besar di Jawa Timur. Dari dunia dunia pertasawwufan di mulai.

Baca juga:  Hercules dipanggil KPK?

Dalam pergaulan tasawuf, saya dipertemukan dengan banyak guru, salah satu guru yang akhirnya saya terjebak cinta adalah ustad Faisal, sebelum ustad faisal penghilang sempat berpesan kepadaku, “carilah seorang mursyid adikku, untuk membimbingmu.” Katanya.
Setiap saat saya memohon pada Allah agar dapat bisa dikenalkan pada seseorang yang kelak akan membimbing saya ke jalan yg benar dan engkau Ridhai.
Pada saat itu malam Jum’at, saya ambil hp ternyata ada kajian KH Buya Syakur Yasin, fi dilalil Qur’an. Hati saya bilang apakah ini petunjuk dariMu ya Allah. Karena pemikiran KH Buya Syakur Yasin nyaris sama dengan saya, penuh cinta. Dari situlah aku terus memohon, “ya Allah kenalkanlah aku dengan beliau.” Mohonku.
Dan saya menghubungi kanjeng Syarif, waktu itu hanya untuk bisa ikut wamimma secara mandiri. Alhamdulillah kanjeng Syarif merespon dan mengirim link-nya kepada saya. Dan tetap berdoa untuk dipertemukan dengan KH Buya Syakur Yasin.
Perjumpaan saya dengan Buya, adalah penantian yang panjang dari tahun 2018. Ketika di Jogja saya menemui beliau, tahun 2022, dalam hati tiada henti sujud syukur telah berjumpa dengan beliau. Sampai rumah nangis sejadi jadinya, sebagai ujud rasa syukur. Terima kasih Buya…

Baca juga:  Relawan Bolone Mase Hadir di Balikpapan Kaltim

Maherni binti h. Moh Mas’oed bin Messer bin Giman. Tinggal di Yogyakarta

 

Artikel ini telah dibaca 40 kali

Avatar badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Safari Ramadhan BUMN 2024 Bagikan sembako murah

1 April 2024 - 13:54 WIB

Konsolidasi Tani Merdeka Jateng: menuju Pendirian Posko dan Kongres Tani Merdeka

23 November 2023 - 08:43 WIB

Sinta Kusumaningrum Caleg Wanita Dapil Sleman

12 Oktober 2023 - 21:48 WIB

Bolone Mase Yogyakarta Menggelar Ritual dan Mujahadah untuk Dukung Prabowo-Gibran

26 Agustus 2023 - 08:48 WIB

Program Telur Penanggulangan Stunting Daerah Istimewa Yogyakarta

8 Agustus 2023 - 19:00 WIB

Muscab MPC Bantul Terselenggara Sukses

31 Juli 2023 - 14:35 WIB

Trending di DIY