Menu

Mode Gelap

Hot News 02:46 WIB ·

Tiga Bulan Sepulang Khalwat Isteriku Hamil


					Tiga Bulan Sepulang Khalwat Isteriku Hamil Perbesar

BBOneNews,-Kenalkan, nama saya Mulyana dari Cikarang. Usia saya di tahun 2023 ini sudah genap 40 tahun.
Pada tahun 2019, menjelang wabah covid melanda bumi ini, usaha saya sebagai sub-kontraktor PLN, bidang Jasa dan Konstruksi mengalami kegagalan. Saat itu sudah menghabiskan modal usaha sampai 500 juta, sejak memulai usaha dibidang ini pada awal tahun 2017.

Saya menikah di usia 30 th, tepatnya tahun 2013. Sembilan tahun saya menikah belum juga dikaruniai anak. Segala upaya dari sejak saya menikah sampai saat itu, sudah kami lakukan untuk mendapatkan keturunan.
Kami berdua sudah menjalankan berbagai program hamil dari beberapa dokter kandungan. Terakhir kami mengikuti program inseminasi di salah satu rumah sakit termashur di Jakarta. Termashur karena suksesnya mengobati pasangan nikah yang belum diberi keturunan. Namun, sampai saat itu juga belum membuahkan hasil. Saran dokter, kami dianjurkan untuk melakukan program bayi tabung. Karena dari hasil laboratorium, kondisi sperma saya tidak bagus dan, kondisi sel telur PCO yang tidak memungkinkan untuk bisa hamil secara normal.
Karena program bayi tabung memerlukan biaya yang tidak sedikit, kami memutuskan untuk rehat dari program hamil dan mencoba belajar menerima keadaan.

Dan di akhir tahun 2019, kegagalan usaha saya diketahui oleh keluarga istri. Pihak keluarga istri tidak terima dan menuntut saya untuk menceraikan istri saya karena tidak bisa menafkahi istri. Tapi malah justru menumpuk hutang ratusan juta, sementara saya tidak bisa memberi keturunan pada keluarga isteri.

Karena sudah tidak ada yang bisa diharapkan, istri saya pun sempat kabur, pergi meninggalkan saya selama dua minggu. Kepergian isteri saya selama dua minggu berharap, saya segera menceraikannya dan membereskan hutang-hutang saya.
Entah kenapa perceraian itu belum terjadi. Dan pada akhirnya kami pun bisa akur kembali. Dengan janji saya akan membereskan hutang-hutangnya dengan cara mencicil dan berusaha untuk membahagiakan istri.

Baca juga:  Tanda-tanda Kamu dan Dia akan Bercerai

Dalam keadaan serba bingung, saya mencoba memahami hikmah dibalik semua kenyataan hidup ini. Saya yang saat itu tengah mengikuti pengajian Toriqoh selama bertahun-tahun, ternyata masih menyisakan banyak pertanyaan dalam benak saya.
Saya belum mendapat jawaban atas pencarian saya dalam memaknai kehidupan. Pertanyaan besar saya saat itu adalah “Dimanakah janji Tuhan untuk hambanya. La khaufun ‘alaihim walahum yahzanun”.

“Masalah hidup boleh datang bertubi-tubi, tapi seharusnya bisa saya hadapi tanpa rasa takut dan sedih,” pikir saya di dalam hati.
Karena ketidak-puasan saya atas jawaban guru toriqah dari pertanyaan besar saya yang terasa tidak masuk kedalam hati. Saya mencoba mencari jawaban sendiri dengan cara bertafakur dan mencari literasi melalui kajian-kajian di Youtube. Sampai saatnya saya menemukan satu kajian dari KH Buya Syakur Yasin tentang makna surat ‘Alfatihah’ yang bagi saya saat itu sangat menyentuh hati dan relevan dengan realitas kehidupan.
Dari situlah saya mulai banyak belajar kajian-kajian KH Buya Syakur Yasin melalui Youtube.
Saya ceritakan kepada istri saya bahwa ada sosok kiai di youtube yang sangat kaya khasanah keilmuannya dengan pemikiran-pemikiran yang membimbing saya ke arah ketenangan dan kebahagiaan hidup. Saya katakan bahwa saya ingin bertemu dengan KH Buya Syakur Yasin dan ingin menjadi santri beliau.
Saya mulai mencari cara untuk bisa bertemu KH Buya Syakur Yasin yang pada akhirnya saya kenal dengan Abah Ubaedilah, salah satu santri senior KH Buya Syakur Yasin melalui facebook. Berbekal informasi dari Abah Ubaedilah bahwa saya bisa menemui KH Buya Syakur Yasin di pondok pesantren Candangpinggan, kami pun akhirnya bisa menemui beliau di awal tahun 2020.
Istri saya bercerita tentang kondisi kehidupan yang kami hadapi. Hutang ratusan juta, belum punya anak, dan sempat mau bercerai.

Baca juga:  Melepaskan Segala Keinginan

Sejak kami bertemu Buya Syakur, seakan-akan kehidupan baru kami dimulai. Mulailah saya terbimbing dengan sendirinya dan dikenalkan dengan sahabat santri Buya. Terutama santri-santri wamimma Almustagfirun jabodetabek.
Karena jarak antara markas wamimma Al’Mustaghfiruun dengan tempat tinggal saya yang lebih dekat, saya pun bisa ikut serta dalam setiap kunjungan ke KH Buya Syakur Yasin dan bertemu dengan santri-santri senior dari majelis-majelis wamimma yang lain.
Dalam kurun waktu tersebut, alhamdulillah sebagian besar hutang-hutang saya berangsur lunas dan rumah tangga semakin membaik.
Sampai pada akhirnya di tahun 2022 saya mendapat kesempatan untuk mengikuti khalwat di alas Sukatani.

Pada saat khalwat, yaitu pas di hari pernikahan kami tanggal 26 Juni, istri saya datang menjenguk dan bertemu dengan KH Buya Syakur Yasin. Istri saya mengatakan kepada KH Buya Syakur Yasin,”Buya… hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami. sudah 9 tahun kami menikah tapi belum punya anak. Di hari ulang tahun pernikahan ini, saya ingin minta kado sama Buya, saya minta dido’akan agar diberikan keturunan”.

Selama khalwat, selain berpuasa dan zikir, saya melakukan puasa bisu selama 3 hari terakhir. Saat puasa mbisu itu saya ditemani 10 peserta khalwat lain dari jabodetabek, mereka adalah, Kang Dona, Abah Nasir, kang Irfan, Kang Deni, Pak Dedi, Ki Maung, kang Bahar, pak Catur, pak Faqieh, dan saudara Gandhi. Saat itu saya
Sahur dan berbuka puasa hanya dengan ubi dari sisa dapur jamaah Al-Mustagfirun yang harus saya pilih-pilih dulu, karena banyak yang sudah membusuk. Selain itu, hampir setiap malam saya menjalankan wirid Alfatihah 100x yang diijazahkan oleh Buya Syakur pada saat pembukaan kholwat. Wirid Alfatihah 100x tersebut saya tujukan untuk kesehatan sperma saya. Saatnya khalwat pun selesai. Saya pulang bersama sama teman Jakarta.

Baca juga:  Magnetisme Politik Indonesia 2024

Tiga bulan berlalu setelah khalwat, suatu pagi istri saya secara diam-diam melakukan testpack. Karena, istri saya merasa sudah lama tidak haid. Istri saya terkejut hasil tespack positif. Lalu istri memanggil saya dan menunjukan hasil testpack dengan nada bicara yang datar, karena tidak yakin apakah mungkin istri saya bisa hamil tanpa program apapun.
Saat itu kualitas testpack yang digunakan pun tidak begitu akurat, sehingga saya minta istri untuk cek ulang keesokan harinya dengan menggunakan testpack lain, dengan kualitas sensitivitas yang lebih akurat. Saya langsung pergi ke apotek untuk membeli testpack berkualitas akurasi terbaik, dengan harapan hasilnya yang lebih jelas dan meyakinkan.

 

Keesokan harinya istri saya melakukan test ulang dengan testpack yg saya beli dari apotik kemarin. dan hasilnya pun ternyata lebih jelas dan positif.
Saat itu saya ingin rasanya meluapkan ekspresi kebahgiaan saya. Namun masih ada keraguan karena sudah banyak program kehamilan yang kami lakukan tidak membuahkan hasil.
Kemudian kami memutuskan untuk segera ke dokter untuk memastikan hasilnya.
Tibalah kami di suatu klinik, kami meminta dokter melakukan test USG. Hasil USG ternyata istri saya betul-betul hamil, bahkan usia kehamilannya sudah berumur 3 bulan.
Susah untuk diceritakan kebahagiaan kami saat itu. Justru saat itu saya hanya bisa bengong karena heran atas keajaiban yang telah Allah karuniakan.
Alhamdulillah putra kami lahir pada tanggal 8 April 2023 (17 Ramadhan 1444 H) yang kami beri nama Muhammad Daris Afnan.
Semoga doa doa permohonan permintaan para peserta khalwater di tahun 2023 ini dikabulkan. Amiiin.

Artikel ini telah dibaca 152 kali

Avatar badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Safari Ramadhan BUMN 2024 Bagikan sembako murah

1 April 2024 - 13:54 WIB

Konsolidasi Tani Merdeka Jateng: menuju Pendirian Posko dan Kongres Tani Merdeka

23 November 2023 - 08:43 WIB

Bolone Mase Yogyakarta Menggelar Ritual dan Mujahadah untuk Dukung Prabowo-Gibran

26 Agustus 2023 - 08:48 WIB

Menghadapi Kesepian di Usia Senja

15 Agustus 2023 - 16:47 WIB

Strategi untuk Manula

15 Agustus 2023 - 13:45 WIB

Tips Psikologis untuk Manula

14 Agustus 2023 - 10:48 WIB

Trending di Kesehatan