Menu

Mode Gelap

Hot News 00:25 WIB ·

KH Masduki Imam Istighosah yang Fenomenal


					KH Masduki Imam Istighosah yang Fenomenal Perbesar

BBOneNews,-Peserta khalwat di era tahun 2010 sampai dengan sekarang di khalwat ke-32 ini pasti akan mengenal sosok yang satu ini.
Beliau hanya muncul di malam hari menjelang waktunya istighosah sekitar pukul 00.00 WIB.

Perawakannya cukup tinggi sekitar 180 cm dengan usia menjelang 80 tahun namun masih gagah untuk orang yang seumuran dirinya.

Berpeci putih, mengenakan jaket dan sorban yang melingkar di lehernya juga tidak ketinggalan tongkat yang selalu dibawanya.

Suaranya lantang dengan bahasa khas Indramayu menyapa para peserta yang mendatanginya sekedar untuk bersalaman dengannya ketika beliau memasuki aula tempat istighosah.

Seorang kyai yang kepribadiannya menarik, humoris tidak seperti tampangnya yang garang. Tentunya juga disukai para peserta khalwat yang sudah menunggunya di aula.

Ada pepatah mengatakan “jika tak kenal maka tak sayang,” begitulah kalau peserta hanya melihat dari tampangnya saja tetapi tidak mengenalnya dengan baik.

Ketika lampu aula dimatikan beliau sudah ada dibarisan paling depan untuk memimpin jalannya istighosah di area khalwat. Para peserta pun berada di barisan belakangnya dengan rapih dan tertib bersiap mengikuti kegiatan rutinnya.

Ketika beliau memulai dengan melafalkan ‘Astaghfirullaah Al ‘dziim’ dengan suara khasnya yang menggelegar, maka tidak ada lagi suara suara selain menirukan suaranya dari speaker yang bergema memenuhi ruang aula.

Baca juga:  Melepaskan Segala Keinginan

Tidak lupa beliau pun mendoakan peserta khalwat agar ibadah yang dilakukannya diterima dan hajatnya dikabulkan Allah SWT.
Termasuk juga peserta yang pernah mengikuti khalwat sebelumnya juga kepada para donatur yang sudah menyisihkan rizkinya untuk mendukung kegiatan khalwat ini.

Ada saja kejadian di saat tertentu  yang unik ketika beliau memimpin istighosah, dari suara lantangnya yang menutupi suara suara jamaah, sehingga sepertinya hanya beliau sendiri yang melantunkan bacaan Istighosah. Juga kadangkala bacaan jamaah yang tidak selesai selesai melebihi hitungan tasbih yang ditetapkan. Namun setelah diintip ternyata beliau tertidur dari dzikirnya.

Saatnya jamaah yang paling depan dan persis di belakangnya akan menepuk nepuk badannya untuk mengingatkan beliau yang sempat terlelap.

Selesai istighosah jamaah menjadi riuh membicarakan kejadian yang menggelikan itu. Namun beliau tidak tersinggung dibuatnya. Tetapi beliau malah menertawakan dirinya.
Betapa beliau ini orang yang berhati baik yang mau mengakui kekhilafannya.

Beliau adalah KH Masduki dari desa Tenajar Kidul, kecamatan Kertasemaya, kabupaten Indramayu. Tugasnya adalah selalu memimpin atau mengimami istighosah di hutan, dimana khalwat diselenggarakan.

Baca juga:  Bolone Mase Yogyakarta Menggelar Ritual dan Mujahadah untuk Dukung Prabowo-Gibran

KH Buya Syakur Yasin memilih KH Masduki untuk mengimami istighosah tentunya bukan tanpa alasan dan asal tunjuk saja. Karena usia yang sudah sepuh atau senioritasnya. Tetapi beliau menurut KH Buya Syakur Yasin, “ki Duki sudah pantas memimpin istighozah, karena dia melakukan dikiran sudah cukup lama, sehingga sangat pantas untuk menjadi imam.”

Sampai saat ini untuk imam Istighosah di hutan tempat khalwat hanya beliau satu satunya yang dipilih KH Buya Syakur Yasin untuk memimpin istighosah.

Beliau juga menjadi salah satu imam Istighosah ketika tidak memasuki bulan khalwat. Yaitu di Majlis dzikir Pantai Tegal Agung, kecamatan Karangampel  kabupaten Indramayu yang menjadi kegiatan rutin mingguan pondok Pesantren Cadang Pinggan pimpinan KH Buya Syakur Yasin.

Meskipun usianya yang sudah sepuh ketika berada di hutan dalam rangka menemani keseharian peserta khalwat. Beliau pun melakukan puasa dan zikiran seperti peserta pada umumnya.

Namun tentunya ada privilege khusus terutama kemudahan kemudahan seperti gubuk yang dibikinkan dekat dengan aula, juga makanan untuk sahur dan buka puasa, beliau tidak ikut antre di dapur umum. Tetapi diantarkan petugas dapur ke gubuknya dengan menu yang sama seperti umumnya peserta. Tidak ada pengecualian yang aneh-aneh untuk dirinya.

Baca juga:  Khalwat KH Buya Syakur Yasin, Ki Puguh yang Tiba Tiba Jadi Pendiam

Beliau hanya mengatakan ‘Sami’na wa Ato’na’ siap menerima dan siap melaksanakan apa apa yang ditugaskan untuk dirinya kepada gurunya KH Buya Syakur Yasin.

Di kala senggangnya kadangkala beliau keluar dari gubuknya untuk mengunjungi beberapa gubuk peserta yang ada di sekitarnya tidak sampai yang jauh jauh apalagi gubuk yang sulit untuk dijangkau olehnya karena kondisi fisik yang sudah tidak memungkinkan alias sepuh.

Dituntun dengan tongkatnya yang setia menemani, beliau mengunjungi gubuk peserta untuk sekedar berkenalan dan bercengkerama yang diselipi juga dengan nasihat-nasihat sebagai seorang ulama.

Peserta yang gubuknya disambangi beliau, tentunya akan dengan senang hati menerima kehadirannya karena dikunjungi seorang kyai dan imam istighosah yang fenomenal ini.

Perjumpaannya yang setiap hari dengan peserta khalwat tentunya akan sangat mudah dikenal oleh seluruh peserta khalwat di setiap tahunnya.

Semoga Allah selalu memberikan kasih sayangNya kepada KH Masduki agar selalu sehat dan panjang umur untuk terus bisa membimbing khalwater khalwater di tahun-tahun yang akan datang. Aamiin….#asmismus

Artikel ini telah dibaca 202 kali

Avatar badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Safari Ramadhan BUMN 2024 Bagikan sembako murah

1 April 2024 - 13:54 WIB

Konsolidasi Tani Merdeka Jateng: menuju Pendirian Posko dan Kongres Tani Merdeka

23 November 2023 - 08:43 WIB

Bolone Mase Yogyakarta Menggelar Ritual dan Mujahadah untuk Dukung Prabowo-Gibran

26 Agustus 2023 - 08:48 WIB

Relawan Bala Gibran Tegak Lurus Gibran Rakabuming Raka Cawapres Prabowo 2024

30 Juli 2023 - 12:28 WIB

Deklarasi Papera di Pasar Wonogiri: Upaya Menjembatani Pedagang Tradisional Menghadapi Perdagangan Global

18 Juli 2023 - 09:34 WIB

Siswa Kelas 3 SD Negeri Pasuruhan 1 Mertoyudan Magelang Menyelamatkan Sungai dari Sampah

17 Juli 2023 - 11:10 WIB

Trending di Hot News